Almaz = Berlian
Nama Almaz diambil dari kata Arab yang berarti berlian, mencerminkan tekad untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi yang bernilai bagi pelanggan dan masyarakat luas.
Almaz Fried Chicken — Tentang Kami
Mengenal lebih dalam perjalanan, nilai, dan komitmen di balik Ayam Goreng Saudi No. 1 di Indonesia.
Tentang Almaz
Almaz Fried Chicken adalah jaringan restoran cepat saji Indonesia yang mengusung cita rasa ayam goreng khas Arab Saudi. Didirikan pada 14 Juni 2024 di Bintara, Bekasi, Almaz hadir dengan visi menghadirkan pengalaman rasa ayam goreng Saudi yang selama ini hanya bisa dinikmati masyarakat Indonesia saat menunaikan ibadah haji dan umroh.
Dikelola di bawah naungan PT Abuya Berkah Indonesia (Abindo), Almaz Fried Chicken tumbuh dengan cepat menjadi salah satu merek kuliner lokal yang paling dibicarakan. Dalam waktu tujuh bulan sejak berdiri, Almaz telah membuka lebih dari 70 gerai yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, termasuk Bekasi, Jakarta, Tangerang, Bandung, Surabaya, dan Medan.
Nama "Almaz" dipilih oleh pendirinya sebagai bentuk penghormatan dan amal jariah untuk orang tuanya yang telah meninggal dunia. Dalam bahasa Arab, Almaz berarti berlian — sebuah filosofi yang mencerminkan komitmen untuk menghadirkan produk berkualitas tinggi sekaligus menjadi sarana yang bernilai, bermanfaat, dan membawa keberkahan.
Lihat Menu KamiNilai & Filosofi
Nama Almaz diambil dari kata Arab yang berarti berlian, mencerminkan tekad untuk menghadirkan produk dan layanan berkualitas tinggi yang bernilai bagi pelanggan dan masyarakat luas.
Almaz menjalankan operasional dengan landasan nilai keislaman yang kuat. Seluruh karyawan diwajibkan menjaga ibadah salat tepat waktu sebagai bagian dari budaya dan prinsip perusahaan.
Almaz didirikan sebagai ladang amal jariah untuk orang tua sang pendiri. Setiap gerai yang dibuka dan setiap porsi yang terjual menjadi bagian dari niat mulia yang menyertai seluruh perjalanan bisnis ini.
Almaz berkomitmen penuh untuk memastikan seluruh produknya halal dan thayyib. Pendirinya bahkan memperjuangkan sertifikasi halal resmi demi memberikan kepercayaan dan ketenangan kepada setiap pelanggan.
Almaz hadir bukan sekadar untuk berbisnis, tetapi untuk menjadi infrastruktur rezeki yang menciptakan lapangan kerja baru, memberdayakan mitra, dan membangun ekosistem ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat sekitar.
Almaz memiliki target untuk memberikan 100.000 nasi boks gratis setiap hari dan membangun ribuan gerai yang menjadi sumber nafkah bagi puluhan ribu orang di seluruh Indonesia hingga tahun-tahun mendatang.
Perjalanan Almaz
Almaz Fried Chicken resmi berdiri pada 14 Juni 2024 di Jl. Bintara No.11, Bekasi, Jawa Barat — bertepatan dengan ulang tahun mendiang ibunda pendirinya, Okta Wirawan.
Kurang dari tiga bulan setelah pembukaan, Almaz telah berhasil membuka 11 outlet baru di wilayah Jabodetabek dan mulai merencanakan ekspansi ke luar daerah tersebut.
Almaz meresmikan outlet ke-29 di Kota Batam, Kepulauan Riau — menandai langkah pertama ekspansi keluar Pulau Jawa dan memperluas jangkauan ke wilayah Sumatera.
Almaz menunaikan komitmen sosialnya dengan menyerahkan secara simbolis dana kemanusiaan untuk Palestina saat grand opening outlet Karawang pada 15 Desember 2024.
Memasuki awal 2025, Almaz telah memiliki 62 outlet yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia termasuk Jabodetabek, Cilegon, Purwokerto, Bandung, Surabaya, dan Medan.
Almaz Fried Chicken mencatat pertumbuhan luar biasa dengan membuka lebih dari 99 cabang di berbagai kota besar Indonesia hanya dalam waktu kurang dari satu tahun sejak berdiri.
Sosok di Balik Almaz
Founder & CEO Almaz Fried Chicken · PT Abuya Berkah Indonesia
Okta Wirawan lahir di Bogor pada 18 Juli 1982 dan menghabiskan masa kecilnya di Padang, sebuah kota yang membentuk semangat dagangnya sejak dini. Sejak kecil, ia terbiasa menyaksikan dan ikut serta dalam kegiatan berjualan jajanan bersama teman-temannya, pengalaman yang menjadi fondasi awal pemahamannya tentang bisnis dan interaksi dengan pelanggan.
Lulus dari Institut Pertanian Bogor dengan jurusan Manajemen Keuangan pada 2004, Okta memulai karier profesional di PT Carrefour Indonesia. Selama belasan tahun ia meniti karier di berbagai perusahaan ritel dan restoran besar sebelum akhirnya mendirikan bisnisnya sendiri. Pada 2017, ia mendirikan PT Abuya Berkah Indonesia (Abindo) yang menjadi induk dari berbagai merek kuliner khas Timur Tengah, termasuk Nasi Kebuli Abuya yang telah memiliki ratusan gerai kecil.
Ide mendirikan Almaz Fried Chicken lahir dari kerinduan masyarakat Indonesia akan cita rasa ayam goreng Saudi yang biasa dinikmati saat haji dan umroh. Almaz secara resmi berdiri pada 14 Juni 2024, bertepatan dengan ulang tahun mendiang ibundanya, sebagai wujud penghormatan dan amal jariah untuknya.
"Bisnis ini didirikan untuk mengobati kerinduan masyarakat akan cita rasa Saudi yang dinikmati saat haji dan umroh."
— Okta Wirawan, Founder & CEO Almaz Fried ChickenMisi & Dampak Sosial
Sejak awal berdiri, Almaz berkomitmen menyisihkan 5% dari keuntungan bisnis untuk diberikan kepada saudara kita di Palestina sebagai bentuk solidaritas kemanusiaan. Komitmen ini telah ditunaikan secara simbolis pertama kali pada Desember 2024 di outlet Karawang.
Almaz berambisi untuk membagikan 100.000 nasi boks gratis setiap harinya kepada masyarakat yang membutuhkan. Target ini akan dicapai melalui jaringan 5.000 cabang, di mana setiap gerai ditargetkan memberikan minimal 20 boks gratis setiap hari.
Ekspansi Almaz ke ratusan kota di Indonesia secara langsung menciptakan ribuan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar outlet. Setiap gerai Almaz menjadi sumber nafkah yang nyata dan berkelanjutan bagi warga di daerahnya.
Melalui Abuya Group, Almaz bercita-cita menggunakan hasil bisnisnya sebagai sarana untuk mendukung pembangunan masjid, pesantren, dan berbagai fasilitas keagamaan lainnya sebagai wujud kontribusi nyata bagi umat dan masyarakat Indonesia.
Mengapa Almaz
Almaz hadir bukan hanya dengan cita rasa yang unik, tetapi juga dengan nilai dan komitmen yang membedakannya dari merek ayam goreng lainnya di Indonesia.
Almaz menggunakan bumbu rempah khas Timur Tengah yang meresap ke dalam daging ayam, menghadirkan cita rasa yang mirip dengan ayam goreng Albaik dari Arab Saudi — rasa yang selama ini hanya bisa dinikmati saat haji dan umroh.
Setiap potongan ayam Almaz dipilih dengan standar kualitas tinggi, menghasilkan tekstur kulit yang krispi merata di luar dengan daging yang tetap lembut, tebal, dan juicy di dalam untuk kepuasan di setiap gigitan.
Berbeda dari Albaik, Almaz menambahkan sentuhan khas Indonesia berupa sambal bawang pedas yang menjadi pembeda unik, menjadikan pengalaman rasa yang memadukan otentisitas Saudi dengan kecintaan lokal akan cita rasa pedas.
Almaz menghadirkan cita rasa ayam goreng Saudi premium dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp18.000 per porsi. Dengan harga Rp29.000, pelanggan sudah bisa mendapatkan dua potong ayam goreng berempah yang lezat dan mengenyangkan.
Almaz berkomitmen penuh menghadirkan produk yang halal dan thayyib. Pendirinya memperjuangkan sertifikasi halal resmi agar setiap pelanggan — terutama konsumen muslim — dapat menikmati sajian Almaz dengan keyakinan dan ketenangan penuh.
Setiap pembelian di Almaz turut berkontribusi pada misi sosial yang lebih besar — mulai dari donasi untuk Palestina, pembagian nasi boks gratis, hingga penciptaan lapangan kerja baru. Makan enak sambil berbuat kebaikan.
Visi Almaz
"Bukan sekadar bisnis kuliner — Almaz adalah jalan keberkahan yang mengalirkan manfaat bagi pembeli, karyawan, mitra, dan umat."— Okta Wirawan, Founder Almaz Fried Chicken
Bergabung Bersama Almaz
Kunjungi outlet Almaz Fried Chicken terdekat di kota Anda dan nikmati pengalaman ayam goreng Saudi yang autentik, halal, dan membawa manfaat nyata bagi sesama.